Monday, 29 August 2016

jenis-jenis akuntansi


akuntansi
Akuntansi
Ada beberapa jenis akuntansi diantaranya



1. Financial Accounting (Akuntansi Keuangan)
Financial Accounting adalah bidang akuntansi dari suatu entitas ekonomi secara keseluruhan. Akuntansi ini menghasilkan laporan keuangan yang ditujukan untuk semua pihak khususnya pihak-pihak dari luar perusahaan, sehingga laporan yang dihasilkan bersifat berguna (general purpose).

Baca juga : Akuntansi Manajemen 

2. Management Accounting (akuntansi Manajemen)
Management Accounting adalah akuntansi yang khusus member informasi bagi pimpinan perusahaan/ manajemen untuk pengambilan keputusan dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan. selengkapnya bisa dilihat disini.

3. Cost accounting (akuntansi biaya)
Cost accounting adalah akuntansi yang kegiatan utamanya adalah menetapkan, mencatat, menghitung, menganalisis, mengawasi serta melaporkan kepada manajemen tentang biaya dan harga pokok produksi.

4. Auditing ( akuntansi pemeriksaan)
Auditing bidang ini berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan, sehingga laporan akuntansi yang dibuat bisa lebih dipercaya secara obyektif.

5. Accounting System (system akuntansi)
Accounting System bidang ini melakukan perancangan dan implementasi dari prosedur pencatatan dan pelaporan data akuntansi.

6. Tax Accounting (Akuntansi Perpajakan)
Tax Accounting adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk membuat laporan keuangan untuk kepentingan perpajakan dan perencanaan perpajakan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Baca juga: Jenis-jenis piutang

7. Budgeting (Akuntansi anggaran)
Budgeting bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan perusahaan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu dimasa dating serta analisis dan pengawasannya.

8. Not profit accounting (Akuntansi organisasi nir laba)
Not profit accounting adalah bidang akuntansi yang proses kegiatannya dilakukan oleh organisasi non laba seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Yayasan dan lain-lain.


Read More

Monday, 22 August 2016

Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen atau disebut juga akuntansi manajerial adalah bidang akuntansi yang menghasilkan informasi untuk membantu manajmen dalam merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. hal ini mencakup pengelolaan berbagai aset dan sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan. 

manajemen
akuntansi manajemen

akuntansi manajemen sering kali harus memberi informasi yang bersangkutan dengan masa yang akan datang karna sifat keputusan yang diambil berkaitan dengan masa yang akan datang. aktifitas yang merupakan bagian dari akuntansi manajemen meliputi :
  1. menetapkan biaya manufaktur dan biaya non-manufaktur dan bagaimana melaporkannya dalam laporan keuangan. 
  2. Menghitung biaya untuk menghasilkan jasa atau menghasilkan suatu produk. 
  3. Menentukan perilaku biaya dan beban sejalan dengan perubahan tingkat aktivitas dan menganalisis hubungan biaya-volume-laba dalam suatu perusahaan. 
  4. Membantu manajemen dalam perencanaan laba dan merumuskan rencana tersebut dalam bentuk anggaran (budget) 
  5. Memberi masukan untuk pengendalian biaya dan beban dengan membandingkan hasil sesungguhnya dengan tujuan yang direncanakan dan biaya standar. 
  6. Mengumpulkan dan menyajikan data untuk pengambilan keputusan manajemen.
Akuntansi manajemen diterapkan pada semua jenis bisnis baik perusahaan jasa, perdagangan maupun manufaktur. selain itu juga diterapkan pada semua bentuk organisasi perusahaan baik perusahaan perorangan, persekutuan maupun perseroan. Akuntansi manajemen dibutuhkan baik oleh entitas yang bertujuan mencari laba maupun perusahaan nirlaba.

Baca juga: jenis-jenis akuntansi

Di masa lalu, akuntansi manajemen lebih dikenal dengan nama akuntansi biaya yang berfungsi mengumpulkan dan melaporkan biaya kepada manajemen. Akhir-akhir ini peran bidang akuntansi ini telah berubah secara signifikan.
  1. Sejalan dengan perubahan lingkungan bisnis yang semakin didominisasi metode untuk menentukan jumlah dan jenis biaya dalam suatu produk juga telah berubah.
  2. Akuntan manajerial dimasa sekarang bertanggung jawab dalam manajemen biaya stratejik; yaitu membantu dalam mengevaluasi bagaimana perusahaan mengelola sumber-sumber daya yang dimilikinya.
Itulah sebabnya akuntan manajemen masa sekarang dilibatkan dalam tim yang anggota-anggotanya mencakup personil dari bidang produksi, pemasaran dan tehnik apabila perusahaan harus mengambil keputusan stratejik.

Kesempatan bagi akuntan manajerial untuk mengembangkan karir dalam perusahaan semakin terbuka. Eksekutif keuangan harus memiliki latar belakang yang mencakup juga pemahaman atas konsep-konsep akuntansi manajemen. apapun posisi anda dalam perusahaan, apakah di bidang marketing, penjualan atau produksi, pengetahuan tentang akuntansi manajerial akan sangat membantu dalam perkembangan karir anda.

sumber:   Dasar-Dasar Akuntansi jilid II, edisi 7,
                Drs. Al. Haryono jusup, M.B.A., Ak.
                Universitas Gadjah Mada
penerbit:  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN
Read More

Dasar Akuntansi

Dengan Anda mendengar kata “akuntansi’ pasti terbenak dalam pikiran Anda, akuntansi itu sejenis hitung-menghitung, adanya sebuah kolom dan banyak lagi yang membuat Anda belum mengerti dan merasa susahnya akuntansi.

Memang akuntansi dibilang susah bagi yang belum mengerti dasarnya tapi bagi orang yang sudah mengerti dia akan berkata “ oh begitu akuntansi”. Ada yang mengatakan pada saya bahwa akuntansi itu memang indentik dengan hitung-menghitung. Ya memang akuntansi itu hitung menghitung tapi bukan keseluruhan hitung menghitung, Anda banyak belajar logika disini.

Oke, kebanyakan kawan-kawan saya di bangku kuliah tidak mengerti peletakan antara debet dan kredit. Di manakah letak debet dan kredit itu jika bertambah dan berkurang? Banyak bertanya seperti itu.

Awal mulai akuntansi

Pertama kita harus mengerti terlebih dahulu peletakan debet dan kredit. Sekarang saya akan tuliskan dibawah ini:

Akuntansi rumusnya adalah : Harta = Kewajiban + Modal, Artinya Harta sama dengan Kewajiban ditambah Modal. Harta, itu terdiri dari pos-pos aktiva, dan Kewajiban serta modal posnya di pasiva.

Baca juga: Jenis-jenis Akuntansi

Apakah kalian mengerti pos aktiva dan pos pasiva? Pos aktiva itu
jika dalam neraca dua kolom dia berada disisi kiri dan pos pasiva berada disisi kanan. Lihat contoh gambar di bawah:


Gambar diatas menjelaskan bahwa aktiva itu ada disisi kiri dan pasiva ada disisi kanan. Pasti Anda paham lah ya, ka nada contohnya. Aktiva itu terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tidak lancar, sedangkan pasiva itu kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang serta modal pemilik.

Dari gambar di atas kita sudah memahami, bahwa yang tergolong harta itu adalah aktiva yang ada disisi kiri sedangkan kewajiban dan modal itu pasiva yang ada disisi kanan. Di awal sudah saya tulis harta bertambah didebit dan berkurang di kredit, sedangkan kewajiban dan modal bertambah di kredit dan berkurang di debit.
Read More

Friday, 12 August 2016

Analisis Data


Pengolahan data dilakukan setelah data terkumpul.dan dilakukan tahap persiapan,tahap persiapannya sebagai berikut:

A.TAHAP PERSIAPAN
1.Editing Data
Proses editing merupakan proses untuk mengetahui kejelasan data, keterbacaan, konsistensi dan kelengkapan data yang sudah terkumpul. Proses kejelasan data akan memberikan kejelasan mengenai bebasnya data dari masalah konseptual maupun teknis. Keterbacaan berkaitan dengan apakah data yang sudah terkumpul oleh pengumpul data dapat terbaca secara benar sehingga dapat digunakan sebagai justifikasi penafsiran terhadap hasil analisa.Konsistensi mencakup keajegan jawaban –jawaban responden terhadap data yang saling berkaitan dengan skala pengukuran yang akan digunakan. Kelengkapan data mengacu pada apakah data yang dibutuhkan secara lengkap ada dan dijawab oleh responden. sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan dalam penelitian tersebut.

2.Pengembangan Variabel
Pengembangan variabel adalah proses pengembangan terhadap data dasar. Pengembangan variabel dapat berupa transformasi matematis seperti size perusahaan ditransformasik ukurannya dari rupiah dalam milyar ke logaritma.

3. Pengkodean Data
Pengkodean data merupakan proses pemberian kode terhadap data yang telah terkumpul sebagai proses menterjemahkan data ke dalam kode-kode yang biasanya dalam bentuk angka. Tujuannya ialah untuk mempermudah analisis statistik. Pentingnya pekodeaan ini maka pada tahap penyusunan kuisioner perlu diperhatikan cara pengkodean yang tepat. Misalnya: dalam satu variabel terdapat pertanyaan positif dan negatif maka pengkodeaanya perlu dikonsisten antara satu dengan yang lain.

4.Cek Kesalahan
Cek kesalahan merupakan perlakuan proses manual yang terakhir sebelum data di transfer ke media penyimpanan (komputer). Pada tahapan ini dilakukan pengecekan ulang terhadap data untuk mengetahui langkah-langkah sebelumnya sudah diselesikan tanpa kesalahan yang serius.

5.Pembuat Struktur Data
Pembuatan struktur data dilakukan sebagai wadah untuk memasukkan semua data yang dibutuhkan sebelum analisa data dilakukan. Penyimpanan data kedalam komputer mempertimbangkan bahwa:
  • Data telah disimpan dengan cara yang sesuai dan konsisten dengan penggunaan sebenarnya 
  • Tidak ada data yang hilang dan jika ada data yang hilang perlu dipertimbangkan cara mengatasinya dalam analisis 
  • Pemindahan data dan transformasi telah dilakukan dengan lengkap dan benar 
6.Cek Preanalisa Komputer
Struktur data yang sudah final kemudian dipersiapkan untuk analisa komputer dan sebelumnya harus dilakukan pengecekan preanalisa komputer agar diketahui konsistensi dan kelengkapan data.

7.Tabulasi
Tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif variable-variable yang diteliti atau yang variable yang akan di tabulasi silang.

B.STATISTIK DESKRIPTIF
Statistik deskriptif merupakan proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan. Statistik deskripstif berfungsi mempelajari tata cara pengumpulan, pencatatan, penyusunan dan penyajian data penelitian dalam bentuk tabel frekuensi atau grafik dan selanjutnya dilakukan pengukuran nilai-nilai statistiknya seperti mean/rerata aritmetik, median, modus, deviasi standar. Pada umumnya memberikan informasi mengenai karakteristik variabel penelitian utama dan data demografi responden.

Baca juga: Penipuan dan pengamanan komputer

C.FREKUENSI
Frekuensi merupakan salah satu ukuran dalam statistik deskriptif yang menunjukkan nilai distribusi data penelitian yang memiliki kesamaan kategori.

D.TENDENSI SENTRAL
Tendensi sentral merupakan ukuran dalam statistik deskriptif yang menunjukkan nilai sentral dari destribusi data penelitian
  • Rata-Rata (Mean); mengukur nilai sentral suatu distribusi data berdasarkan nilai rata-rata yang dihitung dengan cara membagi nilai hasil penjumlahan sekelompok data dengan jumlah data yang diteliti
  • Median adalah pengukuran tedensi sentral berdasarkan nilai data yang terletak ditengah-tengah dari suatu distribusi data penelitian yang disusun secara berurutan.
  • Modus mengukur tendensi sentral berdasarkan data yang memiliki frekuensi paling banyak dalam suatu distribusu data

E.DISPERSI
Dispersi mengukur variasi data yang diteliti dari rata-rata.
  1. Deviasi Rata-rata adalah penjumlahan dari deviasi masing-masing data yang diteliti dengan nilai rata-ratnya dibagi dengan jumlah data.
  2. Deviasi absolut rata-rata ; menghitung deviasi rata-rata absolut pada nilai deviasi setiap data yang diteliti
  3. Deviasi kuadrat rata-rata: kuadrat masing-masing deviasi
  4. Varian
  5. Deviasi Standar

F. UJI KUALITAS DATA
1.Reliabilitas. Uji ini dilakukan untuk melihat konsistensi data yang dikumpulkan.
  • Koefisiensi Stabilitas . Untuk mengetahui stabilitas jawaban responden dari suatu waktu kewaktu berikutnya dengan cara menghitung koefisien korelasi dari skor jawaban respnden yang diukurdengan instrumen yang sama pada saat yang berbeda 
  • Koefisien ekuivalensi. Mengukur reliabilitas dengan cara menggunakan instrumen pengukuran yang berbeda untuk suatu construct terhadap subyek penelitian tertentu pada saat yang sama 
  • Reliabilitas Konsistensi Internal. Mengukur reliabilitas dengan melihat konsistensi diantara butir-butir pertanyaan dalam suatu instrumen. 
2. Validitas adalah konsep pengukuran yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen dikatakan valid hanya jika instrumen itu menghasilkan hasil ukur sesuai dengan tujuan pengukuran
  • Content Validity. Suatu instrumen dikatakan memiliki content validity jika mengandung butir-butir pertanyaan yang memadai dan representatif untuk mengukur construct. 
  • Criterion – related validity. Menguji tingkat akurasi instrumen yang baru dikembangkan 
  • Construct Validity. Mengukur validitas dengan cara menguji apakah suatu instrumen mengukukur construct sesuai dengan yang diharapkan 
Salah satu cara untuk melihat validitas adalah dengan melakukan analisis faktor (Factor Analysis). Factor Analysis merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menidentifikasi interrelationship antar butir pertanyaan dengan tujuan mengindentifikasi apakah butir pertanyaan merupakan bagian dari suatu kelompok.
Read More

jasa-jasa akuntan publik

jasa-jasa yang yang biasanya dapat diberikan Kantor Akuntan Publik (KAP) meliputi, tetapi tidak terbatas pada yang berikut ini:

1. Jasa Audit Laporan Keuangan.
Dalam kapasitasnya sebagai auditor independen KAP melakukan audit umum atas laporan keuangan untuk memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan suatu entitas ekonomi dihubungkan dengan prinsip yang berlaku umum. Prinsip akuntansi yang berlaku umum meliputi pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang dikeluarkan Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar atau Praktek Akuntansi lain yang berlaku umum ( sepanjang belum diatur oleh PSAK).


Pernyataan pendapat yang diberikan auditor mengenai kewajaran laporan keuangan, berdasarkan audit yang dilakukannya, dapat berupa:

Pendapat wajar tanpa pengecualian.
Dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas satuan usaha tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa yang ditambahkan dalam laporan audit bentuk baku.
Keadaan tertentu mungkin mengharuskan auditor menambahkan suatu paragraf penjelasan (atau bahasa penjelasan yang lain) dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan.

Pendapat wajar dengan pengecualian
Dengan pendapat wajar dengan pengecualian, auditor dapat menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas satuan usaha tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan.

Pendapat tidak wajar.
Dengan pendapat tidak wajar, auditor menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan hasil usaha dan arus kas satuan usaha tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Tidak memberikan pendapat.
Dengan pernyataan tidak memberikan pendapat, auditor tidak menyatakan pendapat bahwa ia tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan.Auditor hanya bertanggung jawab atas pernyataan pendapat atas laporan keuangan yang diauditnya. Tanggung jawab atas laporan keuangan tetap berada pada managemen entitas ekonomi yang bersangkutan.

Dalam melaksanakan auditnya, KAP harus mematuhi Kode Etik Akuntan Publik Indonesia dan Standar Auditing yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Dalam standar auditing yang berlaku, diatur mengenai umum yang harus dipenuhi auditor, termasuk persyaratan independensi, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan.

2. Jasa Audit Khusus
Disamping audit umum atas laporan keuangan, KAP juga memberikan jasa audit khusus, sesuai dengan kebutuhan. Audit khusus dapat memberikan audit atas akun atau pos laporan keuangan tertentu yang dilakukan dengan menggunakan prosedur yang disepakati bersama, audit laporan keuangan yang disusun berdasarkan suatu basis akuntansi komprehensif. Selain prinsip akuntansi yang berlaku umum, audit atas informasi keuangan untuk tujuan tertentu dan audit khusus lainnya. Dalam melaksanakan audit khusus ini auditor tetap berpedoman pada standar auditing yang dimuat dalam SPAP.

3. Jasa Atestasi.
Jasa atestasi yang diberikan KAP berkaitan dengan penerbitan laporan yang memuat suatu kesimpulan tentang keandalan asersi (pernyataan) tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain, dilaksanakan melalui pemeriksaan, review dan prosedur yang disepakati bersama. Asersi yang menjadi obyek dalam penegasan atestasi dapat berupa Proyeksi dan Perkiraan Keuangan (Laporan Keuangan Prospektif Keuangan, Perkiraan Keuangan dan Proyeksi Keuangan), Pelaporan Informasi Keuangan Proforma, Pelaporan tentang Struktur Pengendalian Intern atas Laporan Keuangan tersebut. Dalam melaksanakan program ini KAP tunduk pada Standar Atestasi dalam SPAP.

4. Jasa Review Laporan Keuangan.
Review laporan keuangan merupakan salah satu jasa yang diberikan KAP untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus dilaksanakan agar laporan keuangan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atas basis akuntansi komprehensif lainnya. Review dilakukan melalui prosedur pengajuan pertanyaan dan analisis dengan berpedoman pada Standar Jasa Akuntansi dan Review yang terdapat dalam SPAP.

5. Jasa Kompilasi Laporan Keuangan.
KAP dapat melakukan kompilasi laporan keuangan berdasarkan catatan data keuangan serta informasi lainnya yang diberikan managemen suatu entitas ekonomi. Dengan kompilasi ini, KAP tidak memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan atas suatu keyakinan apapun terhadap laporan tersebut. Tanggung jawab laporan keuangan sepenuhnya tetap berada pada managemen entitas ekonomi yang bersangkutan. Pelaksanaan kompilasi laporan keuangan oleh KAP dilakukan berpedoman pada Standar Jasa Akuntansi dan Review yang terdapat dalam SPAP.

6. Jasa Konsultasi.
Jasa konsultasi yang diberikan KAP meliputi berbagai bentuk dan bidang sesuai dengan kompetensi akuntan publik. Jasa yang diberikan KAP bervariasi mulai dari jasa konsultasi umum kepada managemen, perancangan sistem dan implementasi sistem akuntansi, penyusunan proposal keuangan, dan studi kelayakan proyek, penyelenggaran pendidikan dan pelatiha, pelaksanaan seleksi dan rekrutmen pegawai, sampai pemberian jasa konsultasi lainnya, termasuk konsultasi dalam pelaksanaan merger dan akuisisi. Dalam pemberian jasa konsultasi ini KAP berpegang pada standar jasa konsultasi dalam SPAP.

7. Jasa Perpajakan.
KAP juga memberikan jasa profesional dalam bidang perpajakan. Jasa yang diberikan meliputi, tetapi tidak terbatas pada konsultasi umum perpajakan, perencanaan pajak, review kewajiban pajak, pengisian SPT dan penyelesaian masalah perpajakan.

Read More