Showing posts with label Contoh-contoh. Show all posts
Showing posts with label Contoh-contoh. Show all posts

Sunday, 11 September 2016

Contoh PPT Skripsi

Contoh PPT skripsi~ sebelum maju sidang skripsi atau pendadaran ada beberapa hal yang harus kita siapkan salah satunya adalah PPT, ringkasan dari skripsi kita untuk membantu saat kita presentasi didepan dosen penguji, tapi saya sarankan untuk membuatnya lebih baik konsultasikan ke dosen pembimbing anda sendiri karna setiap dosen biasanya berbeda beda.



gambar diatas beberapa screenshot PPT, nah sebagai gambaran apa saja yang harus kita isi dalam PPT tersebut, saya akan berikan contohnya agar anda mempunyai gambaran seperti apa PPT dan apa saja isinya.
silahkan contohnya bisa anda download  DISINI

Baca juga: CONTOH PROPOSAL SKRIPSI

Read More

Friday, 12 August 2016

CONTOH MAKALAH AKUNTANSI

AKUNTANSI KEPERILAKUAN 
"Tinjauan terhadap ilmu keperilakuan : Dalam perspektif akuntansi"


DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..................................................................................1
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................2
BAB 2 PEMBAHASAN................................................................3

   1.Mempertimbangkan aspek keperilakuan terhadap akuntansi..3
   2.Dimensi akuntansi keprilakuan................................................4
   3.Lingkup dan sasaran hasil ilmu keperilakuan..........................5
   4.Lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keperilakuan...........5
   5.Persamaan dan perbedaan ilmu keperilauan dan akuntansi keperilakuan.. 6
   6.Perspektif berdasarkan keperilakuan manusia : psikologi, sosiologi, psikologi sosial............................................................................................. 7

BAB 3 PENUTUP........................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA..................................................................10


BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Beberapa riset akuntansi mulai mencoba menghubungkan dan menganggap penting untuk memasukkan aspek keprilakuan dalam akuntansi. Sejak meningkatnya orang yang sudah memberikan pengakuan terhadap beberapa aspek perilaku dari akuntansi terdapat suatu kecenderungan untuk memandang secara lebih luas terhadap bagian akuntansi yang lebih subtansial. Perspektif perilaku menurut pandangan ini telah dipenuhi dengan baik sehingga membuat sistem akuntansi yang lebih dapat dicerna dan lebih dapat diterima oleh para manajer/pimpinan dan karyawannya.

B. Rumusan masalah
Mengetahui arti penting dari tinjauan terhadap ilmu keperilakuan :  dalam perspektif akuntansi

C. Tujuan umum

Penyusunan makalah ini merupakan syarat ujian ahir semester dari mata kuliah Akuntansi keperilakuan. Selain merupakan syarat ujian makalah ini juga akan membahas dan menjelaskan beberapa hal tentang akuntansi keperilakuan sebagai berikut :
  1. Menjelaskan mengenai akuntansi adalah tentang manusia
  2. Menjelaskan akuntansi adalah tindakan
  3. Menjelaskan lingkup akuntansi keperilakuan
  4. Menjelaskan akuntansi keperilakuan
  5. Menjelaskan lingkup dan sasaran hasil ilmu keperilakuan
  6. Menjelaskan lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keperilakuan
  7. Menjelaskan persamaan dan perbedaan ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan
  8. Menejelaskan perspektif berdasarkan perilaku manusia : Psikologi, Sosiologi, dan Psikologi social.

BAB 2
PEMBAHASAN
A. Mempertimbangkan aspek keprilakuan terhadap akuntansi

Akuntansi adalah tentang manusia
            Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan ffactor social secara jelas didesain dalam aspek-aspek oprasional utama dari seluruh system akuntansi. Dari pengalaman dan praktik banyak manajer dan akuntan telah memperoleh pemahaman yang lebih dari sekedar aspek manusia dalam tugas mereka. Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak system akuntansi masih dihadapkan pada berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan penggunaan dan penerimaan seluruh sistem akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan. Pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang hasil laporan mereka dan bukan atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas terhadap efektivitas organisasi. Sebagian prosedur saat ini juga dapat menimbulkan pembatasan yang tidak di inginkan terhadap inisiatif manajerial. Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika semata-mata dibandingkan dengan teknik organisasi yang lebih luas.

Akuntansi adalah tindakan
Dalam organisasi, semua anggota mempunyai peran yang harus dimainkan dalam mencapai tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada seberapa besar porsi tanggung jawab dan rasa tanggung jawab anggota terhadap. Rasa tanggung jawab tersebut pada sebagian organisasi dihargai dalam bentuk penghargaan tertentu. Dalam organisasi, masing-masing mempunyai tujuan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Kesadaran dapat terwujud manakala mematuhi ketetapan dalam anggaran. Pencapaian tujuan dalam bentuk kuantitatif juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota organisasi dlaam memenuhi keinginan untuk mencapai tujuan dan sasaran informasi.

B. Dimensi akuntansi keprilakuan

Para akuntan dan manajer professional menyadari kebutuhan akan tambahan informasi ekonomi yang dihasilkan system akuntansi. Oleh karena itu informasi ditambah tidak hanya melaporkan data-data keuangan tetapi data-data non keuangan yang terkait dalam proses pengambilan keputusan. Sehingga para akuntan wajar memasukkan dimensi-dimensi keperilakuan dari berbagai pihak yang terkait dengan informasi yang dihasilkan oleh system.

lingkup akuntansi keprilakuan
           Akuntansi keprilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang berarti mengumpulkan, mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi, serta penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keprilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi, menceminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi. Ruang lingkup akuntansi keprilakuan sangat luas yang meliputi antara lain :

  • ·         Aplikasi dari konsep ilmu keprilakuan terhadap disain kontruksi system akuntansi
  • ·         Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi
  • ·         Dengan cara mana informasi diproses untuk membantu pengambilan keputusan
  • ·         Pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku-perilaku para pemakai data
  • ·         Pengembangan strategi untuk motivasi dan mempengaruhi perilaku,cita-cita serta tujuan dari orang-orang yang menjalankan organisasi pemakaian data.
Lingkup dari akuntansi  keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga bidang besar :
  1. Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, kontruksi, dan penggunaan system akuntansi
  2. Pengaruh system akunatnsi terhadap perilaku manusia
  3. Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku manusia
  4. Akuntansi keperilakuan : perluasan logis peran akuntansi tradisional
Baca juga: CONTOH PROPOSAL SKRIPSI

Pengambilan keputusan dengan menggunakan laporan akuntansi akan dapat menjadi lebih baik jika laporan tersebut banyak mengandung informasi yang relevan. Akuntan mengakui adanya fakta ini melalui prinsip akuntansi yang dikenal dengan penggungkapan penuh ( full disclouser). Prinsip ini memelukan penjelasan yang tidak hanya berfusi sebagai pengganti an penambahan informasi gyna mendukung laoran data perusahaan. Tetapi juga sebagai laporan menjelaskan kritik terhadap kejadian-kejadian non keuangan. Informasi tambahan dilaporkan abik dalam sebuah kerangaka laaporan keuangan atau dalam cacatan laoran keuangan sehingga diperlukan suatu msukan informasi keprilakuan guna melengkapi data keuangan dan data lain yang akan dilaporkan.

C. Lingkup dan sasaran hasil ilmu keprilakuan

Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989) Istilah ilmu keprilakuan adalah penemuan yang relative baru. Ilmu keprilakuan mencangkup biang riset manapun yang mempelajrinya baik melalui metode obsevasi maupun esperimentasi, perilaku manusia dalam lingkunan fisik maupun manual Ilmu keperilakuan adalah bagian dari ilmu social manusia. Ilmu sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, sosiologi, ekonomi, sejarah, politik, psikologi.

D. Lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan

Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan dan biaya yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksi masa depan. Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku di masa depan. Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu organisasi harus diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, serta cita-cita individu yang saling berhubungan dalam organisasi.

E. Persamaan dan Perbedaan Ilmu kerilakuan dan Akuntansi Keperilakuan

Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi. Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntasi dan pengetahuan keperilakuan. Namun ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan psikologi untuk menilai dan memecahkan permasalahan organisasi.

Ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu social, akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keprilakuan. Akuntansi keprilakuan diterapkan dengan praktis menggunakan riset ilmu keprilakuan untuk menunjukkan dan memperediksi perilaku manusia.

            Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989), istilah sistem akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang luas yang meliputi keseluruhan desain alat pengendalian manajemen yang meliputi sistem pengendalian, sistem penganggaran, desain akuntansi pertanggung jawaban, desain organisasi seperti desentralisasi atau sentralisasi, desain pengumpulan biaya, desain penilaian kinerja serta pelaporan keuangan. Secara lebih rinci ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi :
  1. Mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap desain, konstruksi dan penggunaan sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan, yang berarti bagaimana sikap dan gaya kepemimpinan manajemen mempengaruhi sifat pengendalian akuntansi dan desain orgaisasi
  2. Mempelajari pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia, yang berarti bagaimana sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktifitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja dan kerja sama.
  3. untuk memprediksi perilaku manusia dan strategi untuk mengubahnya, yang berarti bagaimana sistem akuntansi dapat dipergunakan untuk mempegaruhi perilaku.

Sebagai bagian dari ilmu keperilakuan (Behavioral Science), teori-teori akuntansi keperilakuan di kembangkan dari penelitian empiris atas perilaku manusia di organisasi. Dengan demikian, peranan penelitian dalam pengembangan ilmu itu sendiri sudah tidak diragukan lagi. Ruang lingkup penelitian di bidang akuntansi keperilakuan sangat luas sekali, tidak hanya meliputi bidanga akuntansi manajemen saja, tetapi juga menyangkut penelitian dalam bidang etika, auditing (pemeriksaan akuntan), sistem informasi akuntansi bahkan juga akuntansi keuangan.

F. Perspektif Berdasarkan perilaku manusia : Psikologi, Sosiologi dan Psikologi Sosial

Menurut Robbins (2003), Ketiga hal tersebut, yaitu psikologi, sosiologi dan psikologi sosial menjadi kontribusi utama dari ilmu keperilakuan. Ketiganya melakukan pencarian untuk menguraikan dan menjelaskan perilaku manusia, walaupun secara keseluruhan mereka memiliki perspektif yang berbeda mengenai kondisi manusia. terutama merasa tertarik dengan bagaimana cara individu bertindak. Fokusnya didasarkan pada tindakan orang-orang ketika mereka bereaksi terhadap stimuli dalam lingkungan mereka, dan perilaku manusia dijelaskan dalam kaitannya dengan ciri, arah dan motivasi individu. Keutamaan psikologi didasarkan pada seseorang sebagai suatu organisasi. Psikologi, merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan dan kadang mengubah perilaku manusia. Para psikolog memperhatikan studi dan upaya memahami perilaku individual. Mereka yang telah menyumbangkan dan terus menambah pengetahuan tentang perilaku organisasional teoritikus pembelajaran, teoritikus keperibadian, psikologi konseling dan psikologi industri dan organisasi.

Bila psikologi memfokuskan perhatian mereka pada individu, sosiologi mempelajari sistem sosial di mana individu-individu mengisi peran-peran mereka, jadi sosiologi mempelajari orang-orang dalam hubungan dengan manusia-manusia sesamanya. Secara spesifik, sosiolog telah memberikan sumbangan mereka yang terbesar kepada perilaku organisasi melalui studi mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi yang formal dan rumit. Beberapa bidang dalam perilaku organisasi yang menerima masukan yang berharga dari para sosiolog adalah dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teknologi organisasi, birokrasi, komunikasi, kekuasaan dan konflik.

Psikologi sosial, adalah suatu bidang dalam psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep baik dari psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada perilaku kelompok sosial. Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang-orang dan bukan pada rangsangan fisik. Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu sosial, pengaruh sosial dan ilmu dinamika kelompok. Disamping itu para psikologi sosial memberikan sumbangan yang berarti dalam bidang-bidang pengukuran, pemahaman, dan perubahan sikap, pola komunikasi, cara-cara dalam kegiatan dapat memuaskan kebutuhan individu dan proses pengambilan keputusan kelompok.

Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Dan kalau berpikir tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi sosial. Dengan demikian para psikolog berwenang merambah bidang ini, demikian pula para sosiolog. Namun karena perbedaan latar belakang maka para psikolog akan menekankan pengaruh situasi sosial terhadap proses dasar psikologikal persepsi, kognisi, emosi, dan sejenisnya. Sedangkan para sosiolog akan lebih menekankan pada bagaimana budaya dan struktur sosial mempengaruhi perilaku dan interaksi para individu dalam konteks sosial, dan lalu bagaimana pola perilaku dan interaksi tadi mengubah budaya dan struktur sosial. Jadi psikologi akan cenderung memusatkan pada atribut dinamis dari seseorang; sedangkan sosiologi akan mengkonsentrasikan pada atribut dan dinamika seseorang, perilaku, interaksi, struktur sosial, dan budaya, sebagai faktor - aktor yang saling mempengaruhi satu sama lainnya

BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
  • Ilmu pengetahuan keperilakuan  mempunyai kaitan dengan menjelaskan dan memperediksi mengenai keprilakuan manusia.
  • Akuntansi keprilakuan menghubungkan antara keprilakuan  manusia dan akuntansi.
  • Ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu social.
  • Akuntansi ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keprilakuan.
  • Akuntansi keprilakuan praktis digunakan dan diterapkan dengan menggunakan riset ilmu keprilakuan untuk menjelaskan dan memperediksi perilaku manusia.




DAFTAR PUSTAKA

Ishak, Muhammad, Arfan Ikhsan. 2005.Akuntansi Keprilakuan.Jakarta:Salemba Empat
Read More

Sunday, 11 May 2014

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH FAKTOR KEPERILAKUAN ORGANISASI TERHADAP KEGUNAAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DI SUBOSUKAWONOSRATEN

PENDAHULUAN
Latar belakang
Latar belakang penelitian ini adalah atas peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah menunjukkan reformasi pengelolaan keuangan negara. Paket peraturan perundang-undangan tersebut diantaranya adalah: Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Terbitnya Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang perubahan atas Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, berbagai peraturan serta perundang-undangan tersebut diatas diharapkan dapat dijadikan landasan yang kokoh bagi pengelola keuangan Negara dalam rangka menjadikan good governance dan clean government.
Penelitian ini menguji Faktor Keperilakuan Organisasi Terhadap Kegunaan Sitem Akuntansi Keuangan Daerah. Penelitian ini akan menguji pengaruh faktor perilaku organisaional, konflik kognetif dan afektif dalam meningkatkan kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah di Pemerintah Daerah SUBOSUKAWONOSRATEN (Kotamadya Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Klaten).
Rumusan masalah

  1. Apakah Faktor Organisasi seperti Dukungan Atasan, Kejelasan Tujuan dan Pelatihan akan berpengaruh langsung meningkatkan kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah ?
  2. Apakah Faktor organisasi seperti dukungan Atasan, Kejelasan Tujuan dan Pelatihan dengan variabel intervening dapat meningkatkan konflik kognetif, menurunkan konflek Afektif yang pada gilirannya akan meningkatkan kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah ?
Tujuan penelitian
Menguji pengaruh langsung faktor organisasional seperti (Dukungan Atasan, Kejelasan Tujuan dan Pelatihan) dalam meningkatkan kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, Menguji pengaruh tidak langsung faktor organisasi seperti (Dukungan Atasan, Kejelasan Tujuan dan Pelatihan) melalui variabel intervening akan dapat meningkatkan konflik kognetif, menurunkan konflik afektif yang pada gilirannya akan meningkatkan kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah
Batasan penelitian
  1. Responden penelitian terbatas pada Pengelola Keuangan SKPD Penatausahaan masing-masing Dinas di SUBOSUKAWONOSRATEN.
  2. Variabel dalam penelitian ini terbatas hanya pada faktor keperilakuan saja

Manfaat penelitian
      Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak Akademisi dapat memberika kontribusi dalam menambah literatur mengenai Faktor Keperilakuan Organisasi Terhadap Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, bagi Praktisi, sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pemerintah daerah dalam Implementasi sistem akuntansi keuangan daerah yang transparansi dan akuntabilitas.
TINJAUAN PUSTAKA
tinjauan teori
Pengertian Sistem Akuntansi Keuangan Daerah .
            Akuntansi adalah suatu sistem. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas subsistem-subsistem atau kesatuan yang terdiri atas kesatuan yang lebih kecil, yang berhubungan satu sama lain dan mempunyai tujuan tertentru. Suatu sistem mengolah input (masukan) menjadi output (keluaran). Input sistem akuntansi adalah bukti-bukti transaksi dalam bentuk dokumen atau formulir. Output –nya adalah laporan keuangan. Sistem akuntansi pemerintah daerah meliputi serangkaian proses ataupun prosedur, yang dimulai dari pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Tahap-tahap dalam siklus akuntansi dimulai dari bukti transaksi, jurnal, posting ke buku besar, membuat neraca saldo, membuat jurnal penyesuaian, menyusun neraca saldo, membuat laporan keuangan, jurnal penutupan, dan neraca setelah penutupan. Laporan Keuangan, sesuai dengan siklus akuntansi, setelah penyusunan neraca saldo setelah penyesuaian disusun laporan-laporan keuangan dengan mengambil data neraca saldo setelah penyesuaian. Berdasarkan neraca saldo setelah penyesuaian maka dibuatlah: Neraca, Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Dalam rangka penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), pasal 97 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan dalam pasal 239 Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 13 Tahun 2006, sebagaimna telah diubah dengan Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, bahwa untuk tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah, kepala daerah menetapkan Peraturan Kepala Daerah tentang kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah dengan mengacu pada SAP. Dengan catatan Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 59 tidak mengatur perubahan atas pasal 239 Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. Selanjutnya berdasarkan pasal 308 dan pasal 309 Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 13 Tahun 2006, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 59 Tahun 2007 tentang perubahan atas Peraturan Mentri Dalam Negreri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Tinjauan penelitian terdahulu
Faktor Keperilakuan Organisasi Faktor
organisasi dalam implementasi sistem ada tiga aspek, meliputi dukungan atasan, kejelasan tujuan, dan pelatihan. Faktor-faktor tersebut didefinisikan sebagai berikut (Chenhall, 2004): Dukungan Atasan diartikan sebagai keterlibatan manajer dalam kemajuan proyek dan menyediakan sumber daya yang diperlukan, Kejelasan Tujuan didefinisikan sebagai kejelasan dari sasaran dan tujuan digunakannya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah di semua level organisasi, dan Pelatihan merupakan suatu usaha pengarahan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mengenai sistem.
Variabel Intervening Konflik Kognitif dan Konflik Afektif
Memaksimalkan konflik kognitif dan meminimalkan konflik afektif Tuckman (1988) menyatakan bahwa variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antar yang terletak diantara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen. Konflik kognitif dapat bermanfaat untuk memecahkan masalah dan mendorong kea arah perbaikan pengambilan keputusan. Manfaat yang diperoleh dari konflik kognitif berasal dari potensinya untuk menyediakan kesempatan untuk interaksi dengan dialegctical style, berdebat, mempertahankan argument yang memiliki melawan argument lain dalam organisasi (Mitroff dan Emshoff, 1979, Janis, 1982; Swhweiger dan Sandlerg, 1989 dalam henhall, 2004).
Konflik afektif cenderung melibatkan persepsi yang mengancam posisi seseorang di dalam suatu kelompok, pertikaian, frustasi dan firksi antara pribadi seseorang dengan nialai norma yang ada (Petersen, 1983; Ross, 1989 dan Amason, 1996 dalam Chenhall, 2004). Beberapa kasus yang terdapat dalam penelitian Chenhall (2004) mengenai implementasi Activity Based Costing Manajemen, konflik afektif ini berpotensi dapat mengurangi kegunaan ABCM untuk perencanaan produk dan manajemen biaya.
Psikologi kognetif adalah ilmu pengetahuan ilmiah dari psikologi yang mempelajari kondisi, yaitu proses-proses mental yang mendasari perilaku . Psikologi kognetif mempunyai riset dominan yang luas termasuk bekerja dengan memori, atensi, persepsi dan representasi pengetahuan, memberi alasan, kreativitas dan pemecahan masalah (Hartono, 2007).
kerangka konseptual dan pernyataan hipotesis
Model faktor keperilakuan organisasi (pelatihan, kejelasan tujuan dan dukungan atasan) dengan variabel intervening kognetif dan afektif konflik akan meningkatkan Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan
PENGARUH FAKTOR KEPERILAKUAN ORGANISASI TERHADAP KEGUNAAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DI SUBOSUKAWONOSRATEN

METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Desain Penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM). Penelitian ini akan mengukur pengaruh faktor organisasional meliputi: pelatihan, kejelasan tujuan, dukungan atasan melalui variabel Intervening konflik kognetif dan afektif terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah, dan pengaruh langsung antara faktor organisasional yang meliputi pelatihan, kejelasan tujuan, dukungan atasan terhadap kegunaan Sistem Akuntansi keuangan daerah. Teknik analisis ini menggunakan program Analisis Of Moment Structure (AMOS 16.0)
populasi dan sampel
Populasi penelitian terbatas pada Pengelola Keuangan SKPD Penatausahaan masing-masing Dinas di SUBOSUKAWONOSRATEN
variabel penelitian
klasifikasi  variabel
Penelitian ini akan mengukur pengaruh faktor organisasional meliputi: pelatihan, kejelasan tujuan, dukungan atasan melalui variabel Intervening konflik kognetif dan afektif terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah,
Devinisi Operasional
Variabel Faktor Keperilakuan Organisasi Terhadap Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Faktor organisasional terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah diukur dengan menggunakan 9 item instrument yang dibangun oleh Shield dan Young (1989) dan Shield (1995) yang dimodifikasi.
Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Adapun Kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah ini diharapkan dapat memenuhi tuntutan dari masyarakat tentang transparansi dan akuntabilitas dari lembaga sektor publik. Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dapat berguna untuk mengelola dana secara transparan, ekonomis, efektif, efisien dan akuntabel
Prosedur pengambilan data
Penelitian ini menggunakan data primer. pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut didistribusikan langsung oleh peneliti kepada responden. Jumlah Kuesioner yang dikirim kepada responden sebanyak 511 kuesioner.
Model dan teknik analisis data

Uji Kualitas Data dan .Uji realibilitas data. Uji kualitas data uji ralibilitas data dilakukan melihat nilai Cronbrach Alpha (α) dari variabel yang diteliti. Pengujian validitas Corelasi Product Moment dengan menggunakan Program SPSS 12,0. Pengujian validitas Corelasi Product Moment dengan menggunakan Program SPSS 12,0. Uji Asumsi Model Asumsi-asumsi untuk terpenuhinya pada pengujian model analisis path atau analisis jalur adalah sebagai berikut: Ukuran sampel. Sampel minimum yang diharapkan dapat kembali minimal 100 eksemplar, sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan untuk analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) Hair et al., (1998). Uji normalitas data. Assesment of normality merupakan output untuk menguji data normal secara multivariate Pendekatan non parametric dikenal dengan resempling (Hair et.al, 1998). Evaluasi Outlier. Mahalanobis distance untuk mengukur data outlier yaitu mendeteksi apakah sekor observasi ada yang jauh berbeda dengan skor centroid .Pengujian terhadap multivariate outlier dievalusi denggan Chi Square. Mahalanobis d-squared digunakan untuk mengukur jarak skor hasil observasi terhadap nilai centroidnya. Hasil pengolahan data dengan AMOS 16.0 . Evaluasi Multicollinearity atau Singularity. Evaluasi Multicollinearity atau Singularity dilakukan melihat determinan matrik kovarian. Pengujian data menggunakan AMOS 16.0.

itu sekedar contoh aja. untuk jurnal aslinya bisa dilihat dan di download   DISINI
Read More